NAMA : RISKA
NIM : ACC 114 026
NAMA BLOGG : riskakimiaupr.bloggspot.co.id
JAWABAN TUGAS QUIZ SUBMIT
PEMBELAJARAN
Pembelajaran
yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang
berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut)
ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang
berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik
mau belajar.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang
diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan,
penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada
peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu
peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Proses
pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di
manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan
pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan,
guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran
hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat
mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai
pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga
menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar
siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian
rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang
bersifat internal. Gagne dan Briggs (1979:3)
Istilah “pembelajaran” sama dengan “instruction
atau “pengajaran”. Pengajaran mempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan.
(Purwadinata, 1967:22). Dengan demikian pengajaran diartikan sama dengan
perbuatan belajar (oleh siswa) dan Mengajar (oleh guru). Kegiatan belajar
mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar
adalah kegiatan primer, sedangkan mengajar adalah kegiatan sekunder yang
dimaksudkan agar terjadi kegiatan secara optimal.
MODEL
PEMBELAJARAN
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran.
Jadi, sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan,
strategi atau metode pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan
berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai
model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam
penerapannya.
Ciri-ciri Model Pembelajaran
- Rasional
teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
- Landasan
pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar.
- Tingkah
laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan
berhasil.
- Lingkungan
belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Sedangkan model pembelajaran menurut
Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan
dalam mengelola pembelajaran, yaitu: pembelajaran langsung; pembelajaran
kooperatif; pembelajaran berdasarkan masalah; diskusi; dan learning strategi.
Memilih Model Pembelajaran Yang Baik
Sebagai seorang guru harus mampu memilih model
pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. Karena itu dalam memilih
model pembelajaran, guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa, bahan
pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model
pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan
belajar siswa.
Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran
yang dijalaninya. Menurut Sardiman A. M. (2004 : 165), guru yang kompeten
adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Mengelola di sini
memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai
keterampilan dasar mengajar, seperti membuka dan menutup pelajaran,
menjelaskan, menvariasi media, bertanya, memberi penguatan, dan sebagainya,
juga bagaimana guru menerapkan strategi, teori belajar dan pembelajaran,
dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 :
10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar, memotivasi
peserta didik, membuat model instruksional, mengelola kelas, berkomunikasi,
merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Semua kompetensi tersebut
mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.
Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif
terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan, baik yang menyangkut perbaikan
kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi
belajar peserta
didiknya.
PENDEKATAN
PEMBELAJARAN
Hosnan
(2014: 32) mengemukakan, di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI),
pengertian pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha
dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang
diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian tentang
masalah pengamatan. Adapun pengertian pendekatan pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
- Perspektif
(sudut pandang; pandangan) teori yang dapat digunakan sebagai landasan
dalam memilih model, metode dan teknik pembelajaran.
- Suatu
proses atau perbuatan yang digunakan guru untuk menyajikan bahan
pelajaran.
- Sebagai
titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di
dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
Pendapat
lain mengenai pendekatan dikemukakan oleh Nuryani (2012: 92), pendekatan
(approach) lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada
teknik pelaksanannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk satu
pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode.
Pendapat
lain menyatakan bahwa pendekatan merupakan titik tolak atau sudut pandang
terhadap pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya
mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan
cakupan teoritis tertentu.
Melalui
ketiga hal tersebut dapat dipahami bahwa pendekatan dalam pembelajaran
merupakan sudut pandang atau orientasi yang digunakan dalam pembelajaran, yang
kemudian menuntun dalam pemilihan penggunaan metode atau teknik pembelajaran.
Nuryani
(2012: 93-101) mengemukakan beberapa jenis pendekatan, diantaranya:
1.Pendekatan
Tujuan Pembelajaran, merupakan tujuan pembelajaran yang
berorientasikan pada tujuan akhir yang akan dicapai. Dengan adanya tujuan akhir
tersebut berarti semua komponen pembelajaran ditata dan diarahkan demi
tercapainya semua tujuan. Sebagai contoh: Apabila dalam tujuan pembelajaran
tertera bahwa siswa dapat melakukan percobaan, maka guru harus merancang
pembelajaran yang pada akhir pembelajaran tersebut siswa sudah dapat melakukan
percobaan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dapat berupa
metode tugas atau metode demonstrasi.
2.Pendekatan
Konsep, berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman
konsep yang terkandung didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut
penguasaan konsep dan sub konsep yang menjadi fokus. Melalui beberapa metode
siswa dibimbing untuk memahami konsep.
3.Pendekatan
Lingkungan, berarti mengkaitkan lingkungan dalam suatu proses
belajar-mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami
materi yang erta kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan
pendekatan lingkungan atau sebagai contoh untuk memahami interaksi antar
organisme, dengan mengambil contoh kejadian nyata di sekeliling, siswa dapat
lebih memahami arti interaksi tersebut. Dalam proses pembelajarannya tidak
selalu siswa diajak ke lingkungan, karena dengan menggunakan pendekatan
lingkungan dapat saja guru memberiinformasi yang dikaitkan dengan lingkungan,
terutama lingkungan sekitar.
4.Pendekatan
Inkuiri, dalam pendekatan ini berarti guru merencanakan situasi sedemikian
rupa sehingga siswa didorong untuk menggunakan prosedur yang digunakan para
ahli penelitian untuk mengenal masalah, mengajukan pertanyaan, mengemukakan
langkah-langkah penelitian, memberikan pemaparan yang ajeg, membuat ramalan,
dan penjelasan yang menunjang pengalaman.
5.Pendekatan
Penemuan, pendekatan ini pertama kali dipopulerkan oleh Jerome Bruner.
Pendekatan penemuan (discovery approach) menurut Carin dan Sund (1997)
sama dengan pendekatan inkuiri (inquiry approach), tetapi menurut
Dettrick, G.W (2001). Agar siswa dapat menemukan sendiri ia harus melakukan
proses mental seperti mengamati, klasifikasi, mengukur, meramalkan dan
menyimpulkan. Apabila dalam suatu proses pembelajaran digunakan
pendekatan ini, berarti dalam kegiatan belajar mengajar siswa diberikesempatan
untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan
tidak terbatas pada menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada umumnya
materi yang akan dipelajari sudah ditentukan oleh guru, demikian pula dengan
situasi yang menunjang proses pemahaman tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan
yang secara langsung berhubungan dengan hal yang akan ditemukan.
6.Pendekatan
Proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa
dalam keterampilan proses atau langkah-langkah ilmiah seperti mengamati,
berhipotesa, merencanaka, manafsirkandan mengkomunikasikan. Pendekatan
keterampilan proses ini digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984.
7.Pendekatan
Pemecahan Masalah, pendekatan ini berangkat dari masalah yang harus
dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan pemecahan
masalah ini terdapat dua versi. Versi yang pertama, siswa dapat saja menerima
saran tentang prosedur yang digunakan, cara pengumpulan data, menyusun data dan
menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke pemacahan masalah. Dalam versi
kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa yang merancang pemecahannya
sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan dan membantu member
petujuk.
8.Pendekatan
Sains-Teknologi dan Masyarakat (STM), melalui pendekatan ini guru dianggap
sebagai fasilitator, dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat.
Menurut Poedjiadi (2001), menghubungkan STM dalam pembelajaran dapat dilakukan
dengan tiga cara, yaitu:
1.
Sebagai pendekatan dengan mengkaitkan antara sains, teknologi dengan
masyarakat.
2.
Sebagai pendekatan dengan menggunakan isu atau masalah pada awal pembelajaran.
3.
Membuat program STM dengan scenario tertentu, digunakan sebagai suplemen.
Sebagai
contoh: Ketika seorang guru akan mengajarkan tentang pencemaran dengan
pendekatan STM, ia dapat mengangkat satu isu lingkungan misalnya tentang
pencemaran perairan yang ada di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode bermain peran, pada akhir pembelajaran siswa dapat mengkaitkan sains,
teknologi dan masyarakat.
PENDEKATAN
PEMBELAJARAN
Hosnan
(2014: 32) mengemukakan, di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI),
pengertian pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha
dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang
diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian tentang
masalah pengamatan. Adapun pengertian pendekatan pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
- Perspektif
(sudut pandang; pandangan) teori yang dapat digunakan sebagai landasan
dalam memilih model, metode dan teknik pembelajaran.
- Suatu
proses atau perbuatan yang digunakan guru untuk menyajikan bahan
pelajaran.
- Sebagai
titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di
dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
Pendapat
lain mengenai pendekatan dikemukakan oleh Nuryani (2012: 92), pendekatan
(approach) lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada
teknik pelaksanannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk satu
pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode.
Pendapat
lain menyatakan bahwa pendekatan merupakan titik tolak atau sudut pandang
terhadap pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya
mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan
cakupan teoritis tertentu.
Melalui
ketiga hal tersebut dapat dipahami bahwa pendekatan dalam pembelajaran
merupakan sudut pandang atau orientasi yang digunakan dalam pembelajaran, yang
kemudian menuntun dalam pemilihan penggunaan metode atau teknik pembelajaran.
Nuryani
(2012: 93-101) mengemukakan beberapa jenis pendekatan, diantaranya:
1.Pendekatan
Tujuan Pembelajaran, merupakan tujuan pembelajaran yang
berorientasikan pada tujuan akhir yang akan dicapai. Dengan adanya tujuan akhir
tersebut berarti semua komponen pembelajaran ditata dan diarahkan demi
tercapainya semua tujuan. Sebagai contoh: Apabila dalam tujuan pembelajaran
tertera bahwa siswa dapat melakukan percobaan, maka guru harus merancang
pembelajaran yang pada akhir pembelajaran tersebut siswa sudah dapat melakukan
percobaan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dapat berupa
metode tugas atau metode demonstrasi.
2.Pendekatan
Konsep, berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman
konsep yang terkandung didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut
penguasaan konsep dan sub konsep yang menjadi fokus. Melalui beberapa metode
siswa dibimbing untuk memahami konsep.
3.Pendekatan
Lingkungan, berarti mengkaitkan lingkungan dalam suatu proses
belajar-mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami
materi yang erta kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan
pendekatan lingkungan atau sebagai contoh untuk memahami interaksi antar
organisme, dengan mengambil contoh kejadian nyata di sekeliling, siswa dapat
lebih memahami arti interaksi tersebut. Dalam proses pembelajarannya tidak
selalu siswa diajak ke lingkungan, karena dengan menggunakan pendekatan
lingkungan dapat saja guru memberiinformasi yang dikaitkan dengan lingkungan,
terutama lingkungan sekitar.
4.Pendekatan
Inkuiri, dalam pendekatan ini berarti guru merencanakan situasi sedemikian
rupa sehingga siswa didorong untuk menggunakan prosedur yang digunakan para
ahli penelitian untuk mengenal masalah, mengajukan pertanyaan, mengemukakan
langkah-langkah penelitian, memberikan pemaparan yang ajeg, membuat ramalan,
dan penjelasan yang menunjang pengalaman.
5.Pendekatan
Penemuan, pendekatan ini pertama kali dipopulerkan oleh Jerome Bruner.
Pendekatan penemuan (discovery approach) menurut Carin dan Sund (1997)
sama dengan pendekatan inkuiri (inquiry approach), tetapi menurut
Dettrick, G.W (2001). Agar siswa dapat menemukan sendiri ia harus melakukan
proses mental seperti mengamati, klasifikasi, mengukur, meramalkan dan
menyimpulkan. Apabila dalam suatu proses pembelajaran digunakan
pendekatan ini, berarti dalam kegiatan belajar mengajar siswa diberikesempatan
untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan
tidak terbatas pada menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada umumnya
materi yang akan dipelajari sudah ditentukan oleh guru, demikian pula dengan
situasi yang menunjang proses pemahaman tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan
yang secara langsung berhubungan dengan hal yang akan ditemukan.
6.Pendekatan
Proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa
dalam keterampilan proses atau langkah-langkah ilmiah seperti mengamati,
berhipotesa, merencanaka, manafsirkandan mengkomunikasikan. Pendekatan
keterampilan proses ini digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984.
7.Pendekatan
Pemecahan Masalah, pendekatan ini berangkat dari masalah yang harus
dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan pemecahan
masalah ini terdapat dua versi. Versi yang pertama, siswa dapat saja menerima
saran tentang prosedur yang digunakan, cara pengumpulan data, menyusun data dan
menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke pemacahan masalah. Dalam versi
kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa yang merancang pemecahannya
sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan dan membantu member
petujuk.
8.Pendekatan
Sains-Teknologi dan Masyarakat (STM), melalui pendekatan ini guru dianggap
sebagai fasilitator, dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat.
Menurut Poedjiadi (2001), menghubungkan STM dalam pembelajaran dapat dilakukan
dengan tiga cara, yaitu:
1.
Sebagai pendekatan dengan mengkaitkan antara sains, teknologi dengan
masyarakat.
2.
Sebagai pendekatan dengan menggunakan isu atau masalah pada awal pembelajaran.
3.
Membuat program STM dengan scenario tertentu, digunakan sebagai suplemen.
Sebagai
contoh: Ketika seorang guru akan mengajarkan tentang pencemaran dengan
pendekatan STM, ia dapat mengangkat satu isu lingkungan misalnya tentang
pencemaran perairan yang ada di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode bermain peran, pada akhir pembelajaran siswa dapat mengkaitkan sains,
teknologi dan masyarakat.
STRATEGI
PEMBELAJARAN
Istilah
strategi banyak digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara
penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan peperangan.
Dalam dunia
pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of
activities designed to achieves a particular education goal. Jadi strategi
pembelajaran sebagai sebuah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan
yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Sanjaya,
Wina (2007) pola umum perbuatan guru-peserta didik di dalam perwujudan kegiatan
belajar-mengajar. Sifat pola umum maksudnya macam dan urutan perbuatan yang
dimaksud nampak dipergunakan dan/atau dipercayakan guru-peserta didik di dalam
bermacam-macam peristiwa belajar. Sehingga strategi menunjuk kepada
karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru-peserta didik di dalam peristiwa
belajar-mengajar.
Kemp (1995):
Mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran
yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
secara efektif dan efisien.
Kozma
(Sanjaya, 2007): Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai yang dipilih,
yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju
tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
Gerlach dan
Ely (1990): Strategi merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode
pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya mereka
menjabarkan bahwa strategi pembelajaran dimaksudkan meliputi sifat, lingkup,
dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar
kepada peserta didik.
Gropper di dalam Wiryawan dan Noorhadi (1998): Strategi
pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Mereka menegaskan bahwa
setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam
kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.
Dick dan Carey (1990 dalam Sanjaya, 2007): Strategi Pembelajaran terdiri atas
seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar
yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan
pembelajaran tertentu. Strategi pembelajaran bukan hanya sebatas pada
prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan
materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta
didik.
Raka Joni (1980): Pola umum perbuatan guru siswa didalam perwujudan kegiatan
belajar-mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan
perbuatan guru-siswa tersebut.
J. R David (Wina Senjaya, 2008): Dalam strategi pembelajaran terkandung makna
perencanaan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang
berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
Miarso (2004) dalam Bukunya Warsita (2008: 266): Strategi pembelajaran adalah
suatu kondisi yang diciptakan oleh guru dengan sengaja agar peserta
difasilitasi dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Sadiman, dkk (1986) dalam bukunya Warsita (2008: 266):
Strategi pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi
sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri peserta didik.
Alim Sumarno (2011): Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan
yang dipilih oleh pembelajar atau instruktur dalam proses pembelajaran yang
dapat memberikan kemudahan fasilitas kepada pebelajar menuju kepada tercapainya
tujuan pembelajaran tertentu yang telah ditetapkan.
Syaiful Bahri dan Aswan Zain (1995): Strategi pembelajaran adalah sebagai
pola-pola umum kegiatan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan belajar untuk
mencapai tujuan yang telah digariskan.
A.J. Romiszowski (1981): Berpendapat bahwa strategi
pembelajaran adalah suatu pandangan umum tentang rangkaian tindakan yang
diadaptasi dari perintah-perintah terpilih untuk metode pembelajaran.
METODE PEMBELAJARAN
Metode
pembelajaran adalah suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh para pendidik
agar proses belajar-mengajar pada siswa tercapai sesuai dengan tujuan. Metode
pembelajaran ini sangat penting di lakukan agar proses belajar mengajar tersebut nampak menyenangkan dan
tidak membuat para siswa tersebut suntuk, dan juga para siswa tersebut dapat
menangkap ilmu dari tenaga pendidik tersebut dengan mudah.
Ada beberapa macam metode pembelajaran, diantaranya:
1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode belajar mengajar secara tradisional, sebab metode
pembelajaran ini telah gunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan
anak didik dalam interaksi edukatif sejak dari dahulu.
2. Metode eksperimen
Metode eksperimen ini memberikan kesempatan
kepada para anak didik secara individu atau pun berkelompok
untuk dilatih dalam melakukan suatu proses atau percobaan-percobaan. Metode ini
bertujuan agar para anak didik tersebut berpikir kreatif, mandiri dan inovatif.
3. Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas di maksudkan para pendidik memberikan penjelasan dalam
suatu bahasan lalu para pendidik tersebut memberikan tugas kepada para siswa
untuk mengembangkan pembahasan yang telah di bahas, hal tersebut bertujuan agar
para siswa berpikir dan memiliki wawasan yag luas.
4. Metode diskusi
Metode ini adalah suatu alternatif dalam mengamati dan mencari jalan keluar
dari suatu masalah melalui gagasan-gagasan yang di berikan para siswa, metode
ini bertujuan untuk melatih para siswa agar berani dalam menyampaikan pendapat
atau pun saran dan untuk mengembangkan pemikiran mereka.
5. Metode latihan
Metode latihan atau metode training yaitu metode yang menanamkan tentang
kebiasaan-kesbiasaan tertentu dan untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan baik
terhadap anak. Metode latihan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan serta
ketepatan dan kecepatan dalam pelaksanaan.
6. Metode proyek
Metode ini menggunakan cara mengajar dengan memberikan kesempatan kepada para
siswa untuk menggunakan hal-hal yang ada di kehidupan sehari-hari sebagai bahan
pendidikan. Metode ini bertujuan agar anak didik tertarik untuk terus belajar
dan juga untuk membentuk pola pikir anak menjadi luas.
MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum
media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Sesuatu apa
pun yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan
kemampuan atau ketrampilan pebelajar tersebut sehingga dapat mendorong
terjadinya proses belajar atau kegiatan pembelajaran. Batasan dari media pembelajaran ini cukup luas dan mendalam dengan
mencakup pengertian sumber, manusia dan lingkungan setra metode yang
dimanfaatkan dari tujuan pembelajaran atau pelatihan tersebut.
Singkatnya pengertian media
pembelajaran adalah
suatu alat sebagai perantara untuk pemahaman makna dari materi yang disampaikan
oleh pendidik atau guru baik berupa media cetak atau pun elektronik dan media
pembelajaran ini juga sebagai alat untuk memperlancar dari penerapan
komponen-komponen dari sistem pembelajaran tersebut, sehingga proses
pembelajaran dapat bertahan lama dan efektif, suasana
belajar pun menjadi menyenangkan.
Proses pembelajaran adalah proses komunikasi yang berlangsung dalam suatu
sistem, maka dari itu media pembelajaran tersebut menempati posisi yang cukup
penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa adanya media
pembelajaran tersebut, komunikasi tidak akan terjadi dan proses belajar
mengajar sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara
efektif dan optimal. Jadi, media pembelajaran tersebut bisa dikatakan sebagai
komponen integral dari sistem pembelajaran.
Kesimpulannya, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan
peantara untuk menyalurkan pesan, merangsang fikiran, minat, perasaan, dan
kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada
diri peserta didik.
Berikut adalah media pembelajaran di bagi beberapa jenis, yaitu :
- Media Visual : grafik, chart, komik, diagram, kartun,
bagan, dan poster
- Media Audial : radio, laboratorium bahasa, tape recorder,
dan sejenisnya
- Projected still media, slide, over head projektor (OHP), in
focus dan sejenisnya
- Projected motion media : film, video (DVD, VCD, VTR),
televisi, komputer dan sejenisnya.
Sedangkan tujuan dari media pembelajaran tersebut adalah untuk mempermudah
proses belajar - mengajar, untuk meningkatkan efisiensi belajar-mengajar,
menjaga relevansi dengan tujuan belajar, untuk membantu konsentrasi mahasiswa
dan lain-lain.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan
pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang
ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.
Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang
terdiri atas satu indicator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan
atau lebih.
RPP
merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan
disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi
emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk
meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal
tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa
untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus
adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan
waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan.
Sementara
itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang
perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat
tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan
kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.
STRATEGI
BELAJAR MENGAJAR
Strategi Belajar-Mengajar
diambil dari tiga kata: strategi, belajar, dan mengajar. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), masing-masing kata tersebut dapat diartikan sebagai
berikut:
Strategi adalah rencana yang
cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus;
Belajar adalah berusaha
memperoleh kepandaian atau ilmu;
Mengajar: memberi pelajaran.
Jadi, Strategi
Belajar-Mengajar adalah sebuah strategi untuk membantu siswa agar dapat belajar
secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan (N.K. 2008: 1).
Dalam referensi lain, Strategi
Belajar-Mengajar dapat didefinisikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak
didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan (Djamarah & Zain 2002: 5).
Poin utama dari Strategi
Belajar-Mengajar adalah seorang guru harus kreatif mengaplikasikan
strategi-strategi yang tepat berdasarkan teori yang ada dengan memperhatikan
kondisi siswa di kelas. Dengan demikian, seorang guru harus cerdas untuk
memilih strategi yang paling tepat untuk para siswanya.