Jumat, 14 April 2017

PENGAJARAN MEDIA PEMBELAJARAN

PENGAJARAN MEDIA PEMBELAJARAN


TUGAS Ke-1 Pengembangan Media Pembelajaran:

Menyusun Langkah – Langkah Pengembangan Media Pembelajaran

“MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO”

Media Dengar (Media Audio) adalah alat media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja. Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara (Audio Cassete Tape Recorder).
Kaitannya dengan audio sebagai media pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa Media Audio Pembelajaran yaitu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara - suara  ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara, kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.

LANGKAH – LANGKAH PEMBUATAN MEDIA AUDIO

                             Pembuatan media pembelajaran audio memerlukan beberapa tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan tersebut yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi.

Tahapan prosedur pembuatan Media Audio Pembelajaran :
1.      Pra Produksi
Kegiatan-kegitan yang dilakukan pada tahapan Pra-Produksi yaitu telaah kurikulum dan penulisan naskah.
a.       Telaah Kurikulum
Dalam mengembangkan media untuk menunjang pembelajaran, semestinya mengacu pada kurikulum. Kurikulum dijadikan sebagai acuan utama, dalam menentukan kompetensi yang akan dimuat untuk diajarkan kepada siswa melalui media audio. sehingga media pembelajaran yang dibuat sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran. 
Telaah kurikulum harus dilakukan oleh guru, dikaji oleh ahli materi dan ahli media. peranan Guru adalah menentukan materi dalam media yang dapat mewakili kompetensi yang diharapkan yang akan yang sesuai dengan kompetensi dan jenjang pendidikan. Sebagai contoh, materi SD harus ditelaah oleh guru SD, materi SMP ditelaah oleh guru SMP, dan seterusnya.
Peranan ahli materi yaitu untuk menjaga agar materi tetap harus benar dan sesuai dengan sasaran tidak lebih dan tidak kurang. Di samping itu ahli materi juga harus menginformasikan perkembangan ilmu tersebut yang terkini.
Peranan ahli media harus mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang akan diangkat ke dalam media audio sesuai dengan karakteristik media tersebut, karena tidak semua materi yang ada di kurikulum dapat dibuat ke dalam media
b.      Penulisan Naskah
Langkah selanjutnya yaitu penulisan naskah. Naskah ditulis oleh orang yang dianggap mampu untuk menulis naskah audio. Naskah yang ditulis akan dikaji oleh ahli materi dan ahli media. Ahli materi akan mengkaji kebenaran, kecukupan, dan ketepatan pemilihan aplikasi atau contohnya. Sedangkan ahli media akan mengkaji kemenarikan penyampaian materi tersebut sesuai karakteristik media audio, misalnya pemain, perwatakan, pilihan kata/bahasa, konflik, musik, sound effect, dll.
Tahapan penulisan naskah, yaitu persiapan, penelitian, pengorganisasian informasi penulisan sinopsis dan treatment, dan skenario/naskah.

2.      Produksi
Produksi media audio ini diawali dengan diterimanya naskah oleh team produksi. Setelah itu dilakukan langkah-langkah produksi, yaitu: pembentukan tim produksi, rembug naskah (script conference), pemilihan pemain (casting), latihan kering, rekaman (recording), editing dan mixing, preview, pembuatan master (mastering).
a)      Team Produksi
Produksi media audio ini merupakan kerja bersama (team work), kerja dari sekelompok orang yang memiliki keahlian atau ketrampilan berbeda, sehingga diperlukan koordinasi antar anggota tim sehingga terwujud media audio yang baik, menarik dan komunikatif. Anggota tim tersebut yaitu :
1)      Sutradara, orang yang bertanggung jawab atas semua aspek manajemen dan artistik  dari sebuah produksi.
2)      Operator, mempersiapkan peralatan rekam dan bertanggung jawab atas  hasil  perekaman.
3)      Teknisi, mengontrol dan memastikan semua peralatan dalam keadaan siap  pakai.
4)      Penata musik, mempersiapkan musik dan sound effect sesuai dengan naskah.
5)      Editor, melakukan koreksi terhadap hasil rekaman dan melakukan mixing  tutur ( dialog / drama ) dengan musik dan sound effect yang diperlukan sesuai naskah.

b)      Rembug Naskah (Script Conference)
Setelah Sutradara menerima dan mempelajari, kemudian dilakukan rembug naskah dengan penulis naskah, ahli materi dan ahli media. Rembug naskah diperlukan untuk menyamakan persepsi pemahaman terhadap naskah, sehingga apabila diproduksi tidak terjadi kesalahan yang fatal.
c)      Pemilihan Pemain (Casting)
Setelah rembug naskah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu pemilihan pemain. Pemain disini adalah orang yang akan memerankan tokoh dalam naskah. Pemilihan pemain yang baik, sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut dalam naskah akan membuat media audio bagus dan menarik.
d)     Latihan Kering
Latihan kering maksudnya, para pemain diberi kesempatan untuk mempelajari naskah dan berlatih sebelum rekaman, agar mereka benar-benar paham akan isi pesan, alur cerita dan peran masing-masing dalam naskah tersebut. Hal ini untuk menghindari banyak kesalahan pada saat rekaman.
e)      Rekaman(Recording)
Rekaman adalah proses pengambilan suara dari masing-masing pemain. Sutradara adalah pengendali sepenuhnya jalannya rekaman. Sutradara bertanggung jawab atas kualitas hasil rekaman.

3.      Tahap Pasca Produksi
Setelah produksi selesai dilakukan, tahap selanjutnya yaitu pasca produksi. Kegiatan pasca produksi langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan, yaitu:
a)      Editing dan Mixing
 Editing:   maksudnya adalah membuang atau memotong kata-kata salah yang   dianggap tidak perlu atau juga menambah efek, misalnya echo. Mixing: maksudnya mencampur atau menambah musik, background, dan sound effect sehingga media audio lebih terkesan menarik.
b)      Preview
Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap hasil produksi. Preview ini dilakukan oleh tim yang melibatkan pengkaji materi, pengkaji media, dan sutradara sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi terhadap hasil produksi ini ditinjau dari segi materi dan media. Dari segi materi misalnya ketepatan pengucapan. Tinjauan media, misalnya ketepatan penggunaan musik, efek suara (sound effect), kualitas suara, meliputi ada tidaknya noise, kestabilan volume. Jika hasil produksi belum dinyatakan layak, maka harus dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan tim preview
c)      Pembuatan Master Audio Pembelajaran (Mastering)
Menyimpan atau merekam hasil produksi media audio pembelajaran ini dalam kaset, CD, atau media penyimpanan lainnya. Master media audio pembelajaran ini yang kemudian akan dijadikan master jika diperlukan penggandaan.


Kriteria Penilaian Media Pembelajaran Audio Visual
Contoh Instrumen Kriteria Penilaian Pengembangan Media Pembelajaran
= = = = = = = = = = = = = =


INSTRUMEN PENILAIAN/TELAAH MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS AUDIO VISUAL

Judul/Nama Media : ...............................

Pengembang/Perancang : .......................

Jenjang Sekolah : ..................................


Petunjuk : Gunakan skala rating berikut untuk setiap item. Jika anda ingin menambahkan komentar, silakan masukkan pada kotak catatan yang telah disediakan. Baca ulang sekali lagi setelah anda selesai memberikan tanda lingkaran (0) untuk memastikan bahwa skor yang anda berikan telah sesuai.

1 = sangat kurang   2 = kurang  3 = cukup  4 = baik   5 = sangat baik   TD = tidak diterapkan  

A. Aspek Umum Media Audio Visual
1
2
3
4
5
TD
1. Secara umum media pembelajaran mempunyai kualitas visual (penampilan) dan suara (audio) baik
1
2
3
4
5
TD
2. Media pembelajaran mencakup bahan untuk siswa dan guru (panduan untuk guru dan LKS siswa)
1
2
3
4
5
TD
3. Konten merupakan informasi terbaru (up to date)
1
2
3
4
5
TD
4. Konten mengandung pesan yang ingin disampaikan
1
2
3
4
5
TD
5. Konten bersesuaian dengan tugas / aktivitas belajar yang diberikan pada siswa
1
2
3
4
5
TD
6. Informasi visual, auditorial, dan taktil (sentuh) benar
1
2
3
4
5
TD
7. Grafik, gambar, atau hal lainnya mempunyai warna, tekstur, simbol yang baik
1
2
3
4
5
TD
8. Bahan dapat digunakan secara parsialuntuk suatu segmen, atau menyeluruh sebagai satu kesatuan utuh
1
2
3
4
5
TD
9. Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan dan pengembangan media sebanding dengan manfaatnya
1
2
3
4
5
TD
B. Aspek Aksesibilitas Media Audio Visual
1
2
3
4
5
TD
10. Komponen audio media mempunyai bentuk alternatif lain dalam bentuk print out (bahan cetak)
1
2
3
4
5
TD
11. Komponen video diperjelas oleh komponen audio
1
2
3
4
5
TD
12. Media pembelajaran audio visual manipulatif dapat diakses dengan bantuan teknologi atau aktivitas lainnya
1
2
3
4
5
TD
13. Media pembelajaran aman digunakan oleh siswa
1
2
3
4
5
TD

Catatan :                                                                                                                                   








 

Selasa, 03 Januari 2017

JAWABAN TUGAS QUIZ SUBMIT



NAMA : RISKA
NIM     : ACC 114 026
NAMA BLOGG : riskakimiaupr.bloggspot.co.id
 JAWABAN TUGAS QUIZ SUBMIT
PEMBELAJARAN
Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Gagne dan Briggs (1979:3)
                                                                                                                                          
Istilah “pembelajaran” sama dengan “instruction atau “pengajaran”. Pengajaran mempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan. (Purwadinata, 1967:22). Dengan demikian pengajaran diartikan sama dengan perbuatan belajar (oleh siswa) dan Mengajar (oleh guru). Kegiatan belajar mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer, sedangkan mengajar adalah kegiatan sekunder yang dimaksudkan agar terjadi kegiatan secara optimal.




MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Jadi, sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya.
Ciri-ciri Model Pembelajaran                    
Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah :
  1. Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
  2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar.
  3. Tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil.
  4. Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Sedangkan model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam mengelola pembelajaran, yaitu: pembelajaran langsung; pembelajaran kooperatif; pembelajaran berdasarkan masalah; diskusi; dan learning strategi.
Memilih Model Pembelajaran Yang Baik
Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. Karena itu dalam memilih model pembelajaran, guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa, bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa.
Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Menurut Sardiman A. M. (2004 : 165), guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar, seperti membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi media, bertanya, memberi penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru menerapkan strategi, teori belajar dan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar, memotivasi peserta didik, membuat model instruksional, mengelola kelas, berkomunikasi, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.
Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan, baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Hosnan (2014: 32) mengemukakan, di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pengertian pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah pengamatan. Adapun pengertian pendekatan pembelajaran, antara lain sebagai berikut: 
                                                  
  1. Perspektif (sudut pandang; pandangan) teori yang dapat digunakan sebagai landasan dalam memilih modelmetode dan teknik pembelajaran.
  2. Suatu proses atau perbuatan yang digunakan guru untuk menyajikan bahan pelajaran.
  3. Sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.

Pendapat lain mengenai pendekatan dikemukakan oleh Nuryani (2012: 92), pendekatan (approach) lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk satu pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode.
Pendapat lain menyatakan bahwa pendekatan merupakan titik tolak atau sudut pandang terhadap pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. 

Melalui ketiga hal tersebut dapat dipahami bahwa pendekatan dalam pembelajaran merupakan sudut pandang atau orientasi yang digunakan dalam pembelajaran, yang kemudian menuntun dalam pemilihan penggunaan metode atau teknik pembelajaran.

Nuryani (2012: 93-101) mengemukakan beberapa jenis pendekatan, diantaranya: 

1.Pendekatan Tujuan Pembelajaran, merupakan tujuan pembelajaran yang berorientasikan pada tujuan akhir yang akan dicapai. Dengan adanya tujuan akhir tersebut berarti semua komponen pembelajaran ditata dan diarahkan demi tercapainya semua tujuan. Sebagai contoh: Apabila dalam tujuan pembelajaran tertera bahwa siswa dapat melakukan percobaan, maka guru harus merancang pembelajaran yang pada akhir pembelajaran tersebut siswa sudah dapat melakukan percobaan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dapat berupa metode tugas atau metode demonstrasi. 

2.Pendekatan Konsep, berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan sub konsep yang menjadi fokus. Melalui beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep. 

3.Pendekatan Lingkungan, berarti mengkaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar-mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erta kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan pendekatan lingkungan atau sebagai contoh untuk memahami interaksi antar organisme, dengan mengambil contoh kejadian nyata di sekeliling, siswa dapat lebih memahami arti interaksi tersebut. Dalam proses pembelajarannya tidak selalu siswa diajak ke lingkungan, karena dengan menggunakan pendekatan lingkungan dapat saja guru memberiinformasi yang dikaitkan dengan lingkungan, terutama lingkungan sekitar. 

4.Pendekatan Inkuiri, dalam pendekatan ini berarti guru merencanakan situasi sedemikian rupa sehingga siswa didorong untuk menggunakan prosedur yang digunakan para ahli penelitian untuk mengenal masalah, mengajukan pertanyaan, mengemukakan langkah-langkah penelitian, memberikan pemaparan yang ajeg, membuat ramalan, dan penjelasan yang menunjang pengalaman.  

5.Pendekatan Penemuan, pendekatan ini pertama kali dipopulerkan oleh Jerome Bruner. Pendekatan penemuan (discovery approach) menurut Carin dan Sund (1997) sama dengan pendekatan inkuiri (inquiry approach), tetapi menurut Dettrick, G.W (2001). Agar siswa dapat menemukan sendiri ia harus melakukan proses mental seperti mengamati, klasifikasi, mengukur, meramalkan dan menyimpulkan.  Apabila dalam suatu proses pembelajaran digunakan pendekatan ini, berarti dalam kegiatan belajar mengajar siswa diberikesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan tidak terbatas pada menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada umumnya materi yang akan dipelajari sudah ditentukan oleh guru, demikian pula dengan situasi yang menunjang proses pemahaman tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan hal yang akan ditemukan. 

6.Pendekatan Proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses atau langkah-langkah ilmiah seperti mengamati, berhipotesa, merencanaka, manafsirkandan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses ini digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984

7.Pendekatan Pemecahan Masalah, pendekatan ini berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan pemecahan masalah ini terdapat dua versi. Versi yang pertama, siswa dapat saja menerima saran tentang prosedur yang digunakan, cara pengumpulan data, menyusun data dan menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke pemacahan masalah. Dalam versi kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa yang merancang pemecahannya sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan dan membantu member petujuk. 

8.Pendekatan Sains-Teknologi dan Masyarakat (STM), melalui pendekatan ini guru dianggap sebagai fasilitator, dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat. Menurut Poedjiadi (2001), menghubungkan STM dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
1.    Sebagai pendekatan dengan mengkaitkan antara sains, teknologi dengan masyarakat.
2.    Sebagai pendekatan dengan menggunakan isu atau masalah pada awal pembelajaran.
3.    Membuat program STM dengan scenario tertentu, digunakan sebagai suplemen. 

Sebagai contoh: Ketika seorang guru akan mengajarkan tentang pencemaran dengan pendekatan STM, ia dapat mengangkat satu isu lingkungan misalnya tentang pencemaran perairan yang ada di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode bermain peran, pada akhir pembelajaran siswa dapat mengkaitkan sains, teknologi dan masyarakat.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Hosnan (2014: 32) mengemukakan, di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pengertian pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah pengamatan. Adapun pengertian pendekatan pembelajaran, antara lain sebagai berikut: 
                                                  
  1. Perspektif (sudut pandang; pandangan) teori yang dapat digunakan sebagai landasan dalam memilih modelmetode dan teknik pembelajaran.
  2. Suatu proses atau perbuatan yang digunakan guru untuk menyajikan bahan pelajaran.
  3. Sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.

Pendapat lain mengenai pendekatan dikemukakan oleh Nuryani (2012: 92), pendekatan (approach) lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk satu pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode.
Pendapat lain menyatakan bahwa pendekatan merupakan titik tolak atau sudut pandang terhadap pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. 

Melalui ketiga hal tersebut dapat dipahami bahwa pendekatan dalam pembelajaran merupakan sudut pandang atau orientasi yang digunakan dalam pembelajaran, yang kemudian menuntun dalam pemilihan penggunaan metode atau teknik pembelajaran.

Nuryani (2012: 93-101) mengemukakan beberapa jenis pendekatan, diantaranya: 

1.Pendekatan Tujuan Pembelajaran, merupakan tujuan pembelajaran yang berorientasikan pada tujuan akhir yang akan dicapai. Dengan adanya tujuan akhir tersebut berarti semua komponen pembelajaran ditata dan diarahkan demi tercapainya semua tujuan. Sebagai contoh: Apabila dalam tujuan pembelajaran tertera bahwa siswa dapat melakukan percobaan, maka guru harus merancang pembelajaran yang pada akhir pembelajaran tersebut siswa sudah dapat melakukan percobaan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dapat berupa metode tugas atau metode demonstrasi. 

2.Pendekatan Konsep, berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan sub konsep yang menjadi fokus. Melalui beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep. 

3.Pendekatan Lingkungan, berarti mengkaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar-mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erta kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan pendekatan lingkungan atau sebagai contoh untuk memahami interaksi antar organisme, dengan mengambil contoh kejadian nyata di sekeliling, siswa dapat lebih memahami arti interaksi tersebut. Dalam proses pembelajarannya tidak selalu siswa diajak ke lingkungan, karena dengan menggunakan pendekatan lingkungan dapat saja guru memberiinformasi yang dikaitkan dengan lingkungan, terutama lingkungan sekitar. 

4.Pendekatan Inkuiri, dalam pendekatan ini berarti guru merencanakan situasi sedemikian rupa sehingga siswa didorong untuk menggunakan prosedur yang digunakan para ahli penelitian untuk mengenal masalah, mengajukan pertanyaan, mengemukakan langkah-langkah penelitian, memberikan pemaparan yang ajeg, membuat ramalan, dan penjelasan yang menunjang pengalaman.  

5.Pendekatan Penemuan, pendekatan ini pertama kali dipopulerkan oleh Jerome Bruner. Pendekatan penemuan (discovery approach) menurut Carin dan Sund (1997) sama dengan pendekatan inkuiri (inquiry approach), tetapi menurut Dettrick, G.W (2001). Agar siswa dapat menemukan sendiri ia harus melakukan proses mental seperti mengamati, klasifikasi, mengukur, meramalkan dan menyimpulkan.  Apabila dalam suatu proses pembelajaran digunakan pendekatan ini, berarti dalam kegiatan belajar mengajar siswa diberikesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan tidak terbatas pada menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Pada umumnya materi yang akan dipelajari sudah ditentukan oleh guru, demikian pula dengan situasi yang menunjang proses pemahaman tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan hal yang akan ditemukan. 

6.Pendekatan Proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses atau langkah-langkah ilmiah seperti mengamati, berhipotesa, merencanaka, manafsirkandan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses ini digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984

7.Pendekatan Pemecahan Masalah, pendekatan ini berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan pemecahan masalah ini terdapat dua versi. Versi yang pertama, siswa dapat saja menerima saran tentang prosedur yang digunakan, cara pengumpulan data, menyusun data dan menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke pemacahan masalah. Dalam versi kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa yang merancang pemecahannya sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan dan membantu member petujuk. 

8.Pendekatan Sains-Teknologi dan Masyarakat (STM), melalui pendekatan ini guru dianggap sebagai fasilitator, dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat. Menurut Poedjiadi (2001), menghubungkan STM dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
1.    Sebagai pendekatan dengan mengkaitkan antara sains, teknologi dengan masyarakat.
2.    Sebagai pendekatan dengan menggunakan isu atau masalah pada awal pembelajaran.
3.    Membuat program STM dengan scenario tertentu, digunakan sebagai suplemen. 

Sebagai contoh: Ketika seorang guru akan mengajarkan tentang pencemaran dengan pendekatan STM, ia dapat mengangkat satu isu lingkungan misalnya tentang pencemaran perairan yang ada di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode bermain peran, pada akhir pembelajaran siswa dapat mengkaitkan sains, teknologi dan masyarakat. 

STRATEGI PEMBELAJARAN
Istilah strategi banyak digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan peperangan.
                      
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Jadi strategi pembelajaran sebagai sebuah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
                           
Sanjaya, Wina (2007) pola umum perbuatan guru-peserta didik di dalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar. Sifat pola umum maksudnya macam dan urutan perbuatan yang dimaksud nampak dipergunakan dan/atau dipercayakan guru-peserta didik di dalam bermacam-macam peristiwa belajar. Sehingga strategi menunjuk kepada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru-peserta didik di dalam peristiwa belajar-mengajar.

Kemp (1995): Mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Kozma (Sanjaya, 2007): Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.

Gerlach dan Ely (1990): Strategi merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya mereka menjabarkan bahwa strategi pembelajaran dimaksudkan meliputi sifat, lingkup, dan urutan  kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
Gropper di dalam Wiryawan dan Noorhadi (1998): Strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Mereka menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.

Dick dan Carey (1990 dalam Sanjaya, 2007): Strategi Pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.  Strategi pembelajaran bukan hanya sebatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.

Raka Joni (1980): Pola umum perbuatan guru siswa didalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru-siswa tersebut.

J. R David (Wina Senjaya, 2008): Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Miarso (2004) dalam Bukunya Warsita (2008: 266): Strategi pembelajaran adalah suatu kondisi yang diciptakan oleh guru dengan sengaja agar peserta difasilitasi dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Sadiman, dkk (1986) dalam bukunya Warsita (2008: 266): Strategi pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri peserta didik.

Alim Sumarno (2011): Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang dipilih oleh pembelajar atau instruktur dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan fasilitas kepada pebelajar menuju kepada tercapainya tujuan pembelajaran tertentu yang telah ditetapkan.

Syaiful Bahri dan Aswan Zain (1995): Strategi pembelajaran adalah sebagai pola-pola umum kegiatan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
A.J. Romiszowski (1981): Berpendapat bahwa strategi pembelajaran adalah suatu pandangan umum tentang rangkaian tindakan yang diadaptasi dari perintah-perintah terpilih untuk metode pembelajaran.
 

 
METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran adalah suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh para pendidik agar proses belajar-mengajar pada siswa tercapai sesuai dengan tujuan. Metode pembelajaran ini sangat penting di lakukan agar proses belajar mengajar tersebut nampak menyenangkan dan tidak membuat para siswa tersebut suntuk, dan juga para siswa tersebut dapat menangkap ilmu dari tenaga pendidik tersebut dengan mudah.

Ada beberapa macam metode pembelajaran, diantaranya:
1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah 
metode belajar mengajar secara tradisional, sebab metode pembelajaran ini telah gunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif sejak dari dahulu.

2. Metode eksperimen
Metode eksperimen ini memberikan kesempatan
kepada para anak didik secara individu atau pun berkelompok untuk dilatih dalam melakukan suatu proses atau percobaan-percobaan. Metode ini bertujuan agar para anak didik tersebut berpikir kreatif, mandiri dan inovatif.

3. Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas di maksudkan para pendidik memberikan penjelasan dalam suatu bahasan lalu para pendidik tersebut memberikan tugas kepada para siswa untuk mengembangkan pembahasan yang telah di bahas, hal tersebut bertujuan agar para siswa berpikir dan memiliki wawasan yag luas.

4. Metode diskusi
Metode ini adalah suatu alternatif dalam mengamati dan mencari jalan keluar dari suatu masalah melalui gagasan-gagasan yang di berikan para siswa, metode ini bertujuan untuk melatih para siswa agar berani dalam menyampaikan pendapat atau pun saran dan untuk mengembangkan pemikiran mereka.

5. Metode latihan
Metode latihan atau metode training yaitu metode yang menanamkan tentang kebiasaan-kesbiasaan tertentu dan untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan baik terhadap anak. Metode latihan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan serta ketepatan dan kecepatan dalam pelaksanaan.

6. Metode proyek
Metode ini menggunakan cara mengajar dengan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan hal-hal yang ada di kehidupan sehari-hari sebagai bahan pendidikan. Metode ini bertujuan agar anak didik tertarik untuk terus belajar dan juga untuk membentuk pola pikir anak menjadi luas.


MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Sesuatu apa pun yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar tersebut sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar atau kegiatan pembelajaran. Batasan dari media pembelajaran ini cukup luas dan mendalam dengan mencakup pengertian sumber, manusia dan lingkungan setra metode yang dimanfaatkan dari tujuan pembelajaran atau pelatihan tersebut.

Singkatnya
pengertian media pembelajaran adalah suatu alat sebagai perantara untuk pemahaman makna dari materi yang disampaikan oleh pendidik atau guru baik berupa media cetak atau pun elektronik dan media pembelajaran ini juga sebagai alat untuk memperlancar dari penerapan komponen-komponen dari sistem pembelajaran tersebut, sehingga proses
pembelajaran dapat bertahan lama dan efektif, suasana belajar pun menjadi menyenangkan.

Proses pembelajaran adalah proses komunikasi yang berlangsung dalam suatu sistem, maka dari itu media pembelajaran tersebut menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa adanya media pembelajaran tersebut, komunikasi tidak akan terjadi dan proses belajar mengajar sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara efektif dan optimal. Jadi, media pembelajaran tersebut bisa dikatakan sebagai komponen integral dari sistem pembelajaran.

Kesimpulannya, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan peantara untuk menyalurkan pesan, merangsang fikiran, minat, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Berikut adalah media pembelajaran di bagi beberapa jenis, yaitu :
- Media Visual : grafik, chart, komik, diagram, kartun, bagan, dan poster
- Media Audial : radio, laboratorium bahasa, tape recorder, dan sejenisnya
- Projected still media, slide, over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
- Projected motion media : film, video (DVD, VCD, VTR), televisi, komputer dan sejenisnya.

Sedangkan tujuan dari media pembelajaran tersebut adalah untuk mempermudah proses belajar - mengajar, untuk meningkatkan efisiensi belajar-mengajar, menjaga relevansi dengan tujuan belajar, untuk membantu konsentrasi mahasiswa dan lain-lain.



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. 

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih.
                                                                                                                     
RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan.

Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.



STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Strategi Belajar-Mengajar diambil dari tiga kata: strategi, belajar, dan mengajar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masing-masing kata tersebut dapat diartikan sebagai berikut:
Strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus;
Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu;
Mengajar: memberi pelajaran.
                                         
Jadi, Strategi Belajar-Mengajar adalah sebuah strategi untuk membantu siswa agar dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan (N.K. 2008: 1).

Dalam referensi lain, Strategi Belajar-Mengajar dapat didefinisikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Djamarah & Zain 2002: 5).

Poin utama dari Strategi Belajar-Mengajar adalah seorang guru harus kreatif mengaplikasikan strategi-strategi yang tepat berdasarkan teori yang ada dengan memperhatikan kondisi siswa di kelas. Dengan demikian, seorang guru harus cerdas untuk memilih strategi yang paling tepat untuk para siswanya.